Seberapa sering Anda bertengkar dengan pasangan Anda? Kalau saya, mungkin hampir setiap hari selalu bertengkar.Mulai dari hal yang remeh-temeh, seperti terlalu keras memanggil, nonton sepakbola, hingga hal yang lebih serius, seperti bertabrakan cara pandang.
Lucu memang, tapi hal-hal seperti ini lah yang memang membuat saya dan istri kerap beradu mulut, beradu ego, diam mematung, hingga berpisah kamar dalam waktu sebentar.
Melelahkan? Pastinya iya. Tapi, saya tidak pernah berhenti bersyukur, karena masih bisa bertengkar dengan istri saya.
Bagi saya, bertengkar adalah salah satu momen yang tepat untuk merefleksi kembali diri saya sendiri. Sesaat setelah bertengkar, biasanya saya langsung terdiam dan berpikir ulang mengenai tindakan-tindakan saya kepada istri.
Saya akui, terkadang saat bertengkar tersembunyi sebuah ego yang mendesak-desak untuk membenarkan diri sendiri dan menyalahkan istri. Saya sendiri tidak ingin berusaha menahan ego itu.
Saya membiarkannya agar ego itu memicu saya untuk terus-terusan berpikir ulang. Apakah saya benar, apakah dia salah, apakah ucapan saya kasar. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu memang selalu berkecamuk dalam batin saya, usai bertengkar.
Jujur saya menikmatinya, sebab setelah lama berpikir, saya mulai menyadari pertengkaran demi pertengkaran membantu saya untuk bisa mengendalikan ego lebih baik. Bukan hanya demi saya saja, tapi juga buat pasangan saya.
Saya pernah nonton film Painted Veil. Di film itu, si tokoh pria marah besar ketika mengetahui sang istri berselingkuh. Guna menghukum istrinya itu, ia pun menyiksa istrinya dengan pindah ke China yang tengah terjangkit wabah kolera.
Di tengah kemarahan suami, dan kebencian sang istri yang merasa dihukum dengan tidak wajar oleh sang suami, mereka justru berhasil menemukan makna cinta yang sesungguhnya. Semuanya itu justru berhasil ketika mereka memikirkan ulang semua hal yang membawa mereka kepada kemarahan.
Jadi, di saat bertengkar saran saya nikmati lah, dan jangan biarkan diri Anda terbakar dengan kemarahan, tapi cobalah untuk berpikir ulang tentang diri Anda dan pasangan Anda.

