Seiring pengumuman kenaikan BBM, pemerintah juga memberikan himbauan lain. Mereka mengharapkan pengusaha memberikan kebijakan baru kepada karyawannya agar mampu bertahan dari cobaan ini.
Namun, himbauan itu tidak berhenti di titik itu saja. Selanjutnya mereka mengaku tidak mampu memaksa himbauan tersebut kepada pengusaha.
Ketidakberdayaan itu bukan tanpa sebab. Pemerintah meyakini bahwa perusahaan mempunyai kebijakan khusus bagi karyawannya. Jadi, ada perubahan atau tidak itu tergantung dari motivasi perusahaan.
Perubahan akan terjadi, jika selain mencari keuntungan ekonomis, perusahaan tersebut juga berusaha melindungi daya beli karyawan. Hal ini wajar, sebab karyawan memang mempunyai hak untuk dilindungi daya belinya mengingat mereka telah memberikan nilai lebih kepada perusahaan.
Sementara itu, jika perusahaan hanya bekerja berdasarkan motivasi cari untung, perubahan sama sekali tidak akan pernah terjadi. Segala bentuk perubahan kebijakan akan dianggap sebagai kerugian yang akan mencederai pendapatan.
Padahal, yang perlu disadari di sini, melindungi daya beli karyawan, tidak hanya dilakukan dengan cara meningkatkan pendapatan. Banyak cara bisa dilakukan agar kemampuan daya beli ini bisa bertahan.
Di kantor istri saya, semalam setelah pengumuman kenaikan BBM, para pimpinan di sana langsung menggelar rapat. Ketika rapat selesai ditemukan keputusan bahwa mereka akan memberikan jatah makan siang kepada karyawan.
Mereka mengharapkan karyawan tidak lagi mengeluarkan biaya pribadi untuk keperluan makan siang. Jadinya, uang makan pribadi itu bisa dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan lain.
Kebijakan itu memang terlihat biasa saja. Tapi, di situ terlihat bahwa mereka mempunyai hasrat yang tinggi untuk melindungi kemampuan daya beli karyawan dan yang lebih penting berusaha menjaga kesejahteraan karyawan.
Jadi, kenaikan BBM bisa jadi salah satu cara paling efektif untuk mengetahui motivasi perusahaan kepada Anda?

0 Responses to “Motif?”