Istri saya selalu punya julukan baru buat saya. Dari yang biasa saja, hingga yang aneh-aneh. Terakhir, ia memanggil saya dengan sebutan, Dewa Siwa.
Kenapa? Sebab, berbeda dengan Raja Midas, semua barang yang saya sentuh, ujung-ujungnya selalu rusak. Contohnya, kemarin istri saya baru saja membeli penutup makanan dari kain.
Baru sehari dibeli, barang itu justru rusak oleh saya. Gara-gara mencoba membuka paksa, penutup itu hampir tidak berfungsi dengan baik. Untungnya, istri saya berhasil memperbaikinya lagi.
“Dasar kamu emang Dewa Siwa, apa saja selalu rusak. Kenapa sih enggak pernah barangnya jadi bagus kalau kamu pegang,” kata istri saya setengah meledek, setengah serius.
Sebenarnya, kalau dia kesal memang wajar-wajar saja. Sebab, bukan kali itu aja barang di rumah berhasil saya rusakkan.
Dulu, ada sebuah M-DISK (MP3 Player), yang hanya bertahan dua jam dalam kondisi mulus. Sebab, setelah itu, saya merusakkan, earphone-nya. Dan baru bulan kemarin, MP3 Player tersebut, rusak dengan sempurna. Juga karena saya.
Barang lainnya, adalah Handphone milik istri saya. Dulu, ketika dipegang istri saya, ponsel tersebut masih dalam keadaan bagus dan mulus. Tapi, setelah berpindah tangan, tiba-tiba saja speaker telepon tersebut tidak berfungsi dengan baik.
Masalahnya, kerusakan itu terjadi, justru ketika handphone itu mau dijual.
“Lho, kok jadi begini. Kenapa bisa begini yah Wa. Kayaknya baru hari ini ada masalah kayak gini. Sebelumnya enggak lho,” kata istri saya kepada pemilik toko ponsel.
Saya yang waktu itu mengantar hanya bisa mesem-mesem saja. Tentunya, saya yakin istri saya pasti sudah curiga sama saya. Tapi dia tidak mau bertanya karena memang tidak mau marah-marah sama saya di depan umum.
Tapi, begitu sudah di rumah, dia pun langsung menginterogasi saya. Sebenarnya, saya sendiri heran, kenapa sih saya tidak bisa menjaga barang dengan baik.
Seberapa pun kuatnya saya mempunyai niat, tetap saja barang-barang yang saya punyai pasti ancur. Terakhir, ada barang yang justru nyatanya enggan saya miliki, yakni sebuah jam Brietling (KW1, enggak mampu beli yang asli).
Jam itu dibelikan kakak saya buat saya. Tapi, begitu saya pakai, jam itu justru tidak berfungsi. Lucunya, begitu dipakai orang lain, baru bisa jalan dengan baik. Alhasil, saya cuma bisa geleng-geleng kepala saja.
Mungkin, saya memang tidak cocok punya barang-barang bagus.
hi dewa shiwa….
mungkin u mesti di ruwat kalee ya,biar jin nya pada kabur he he he he … i love u ney …
huahaha
toss!!
tangan gue juga terkenal ‘pahit’
ahahahaha…sama wahyuuu, bokap gw juga bilang kalo gw itu punya ‘caput hand’ alias jago banget ngancurin barang…
khehehehe, senasip kita..