Apa untungnya jadi blogger? Percaya atau tidak, blogger ternyata merupakan jalan untuk jadi penulis terkenal. Di Indonesia, sebagian blogger, memang sudah lebih dulu terkenal sebagai penulis.
Beberapa di antaranya, Fira Basuki (firabas.multiply.com) dan Adhitya Mulya (www.suamigila.com). Tapi, ada juga yang justru meneken kontrak jadi penulis buku karena blog yang mereka miliki sangat diminati orang. Contohnya, Raditya Dika (www.radityadika.com). Berkat blog-nya yang dulu bernama kambing jantan, Dika sangat digemari anak-anak muda.
Melihat potensi itu, tidak heran jika Dika langsung digaet salah satu penerbit untuk membuat buku. Saat ini, ia telah menghasilkan tiga buku yakni Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus dan Bukan Binatang Biasa.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di luar negeri, para penerbit buku justru berlomba-lomba untuk menggaet blogger terkenal untuk tanda tangan kontrak. Bahkan, tidak seperti di Indonesia, blogger-blogger yang mempunyai tulisan yang sensitif juga sangat dicari.
Di Amerika, baru-baru ini pemilik blog stuffwhitepeoplelike.wordpress.com, Christian Lander dikontrak oleh penerbit buku, Random House. Padahal, blog milik Lander justru tengah jadi isu nasional, bahkan sempat dibahas oleh stasiun televisi NPR dalam program Talk of the Nation. Dalam acara itu dibahas apakah blog milik Lander ini hanya candaan yang menyentil atau justru rasis.
Terlepas rasis atau tidak, nilai kontrak yang diterima oleh Lander justru sangat membelalakkan mata. Bayangkan, untuk mengambil semua isi tulisan Lander di stuffwhitepeoplelike, Random House harus menggelontorkan uang USD300 ribu atau senilai Rp2,7 miliar.
Melihat jumlah uang tersebut, tidak heran jika banyak blogger langsung keheranan. Sebab, jumlah tersebut bisa jadi jumlah uang paling tinggi yang pernah diterima seorang blogger untuk jadi penulis. “Saya benar-benar kaget sekaligus kagum. Jumlah itu melebih jumlah uang yang diterima Martin Mull di tahun 1985,” kata Ron Hogan, blogger penulis buku GalleyCat.
Martin Mull sendiri adalah penulis buku yang hampir sama dengan tulisan Lander, berjudul The History of White People in America. Berdasarkan pengalaman Lander, para blogger jadi semakin yakin, aktivitas mereka di dunia maya, memang bukan hanya kegiatan yang tidak menguntungkan. Sebab, sepanjang sejarahnya, blogger memang ditakdirkan untuk jadi penulis buku “betulan”.
Tradisi mencari blogger jadi penulis memang sudah terjadi empat tahun belakangan ini di Amerika. Tahun 2003, majalah New Yorker menulis laporan berjudul “Books by bloggers will be a trend, a cultural phenomenon.” Di dalam laporan tersebut, diceritakan aktivitas Kate Lee, asisten penerbitan buku International Creative Management, yang berusaha mencari para blogger yang bersedia menjadikan isi blog mereka jadi sebuah buku.
Lima tahun setelah itu, laporan tersebut memang jadi kenyataan. Saat ini saja, di Amerika sudah puluhan buku yang diterbitkan oleh para blogger. Sebagian ada yang mengopi mentah-mentah isi blog tersebut, sebagian lagi menulis tema baru.
Tulisan yang menarik memang jadi alasan utama kenapa blog tersebut banyak diminta dijadikan buku oleh penerbit. Namun, keuntungan ekonomis selalu jadi patokan. Meski telah mengeluarkan uang miliaran rupiah, mereka tetap yakin buku yang diterbitkan bakal laris.
Hal itu didasarkan pada pertimbangan jumlah hits yang diraih blog-blog yang mereka pilih. Contohnya, stuffwhitepeoplelike.wordpress.com setiap harinya bisa mencapai 2 juta hits per hari. Bahkan, isinya sempat jadi isu nasional dan dibahas oleh stasiun televisi di Amerika.
“Jika memang berhasil mencuri perhatian jutaan pengguna internet. Bisa jadi, keuntungan yang didapat dengan menerbitkan buku ini akan mencapai jutaan juga,” kata Kate McKean, dari penerbit Howard Morhaim Literary Agency.
Di Indonesia, keuntungan dan peluang yang sama memang sudah terbuka sejak dua tahun lalu. Raditya Dika, buktinya, saat ini dia berhasil menulis tiga buku dan buku pertama adalah tulisan dari blog-nya sendiri. Jadi, bagi para blogger, keep on writing.
gue mah nulis, nulis aja
gak pake mikir gituan…
ribet..
ahahahaha…mas…kenapa tak kau tulis cerita adat yang kau ceritakan pada ku waktu itu Mas?? tentang wanita batak!hehehehe..mungkin kau akan beruntung…
sama yohana!!! blog itu adalah diari dgital…hehehe